#Kalam Al-Hikmah : 108 | Keutamaan Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah: Menjaga Ibadah dan Meraih Rumah di Surga


Sholat sunnah rawatib, baik yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu (qobliyah) maupun setelahnya (ba’diyah), merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ telah memberikan banyak penekanan terhadap pentingnya menjaga sholat-sholat sunnah ini sebagai pelengkap dan penyempurna sholat wajib. Salah satu hadits yang menggambarkan keutamaan besar dari sholat sunnah rawatib adalah sebagai berikut:


عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:

"مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً، بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ، أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ."

(رواه الترمذي، النسائي، وابن ماجه)


Dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:  

_"Barangsiapa yang shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelah Dzuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh."_  

(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)


Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang menjaga sholat sunnah rawatib akan dibangunkan rumah di surga. Pahala besar ini diberikan kepada orang yang rutin melaksanakan dua belas rakaat sholat sunnah yang meliputi sholat qobliyah dan ba’diyah. Keutamaan ini tentu saja sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki kualitas sholatnya.


Menjaga Sholat Qobliyah dan Ba’diyah: Tanda Kecintaan terhadap Ibadah


Seseorang yang menjaga sholat qobliyah dan ba’diyahnya menunjukkan tanda kecintaannya kepada ibadah dan Allah. Ia tidak hanya berfokus pada menunaikan kewajiban sholat fardhu saja, tetapi juga meluangkan waktunya untuk memperbanyak ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Hal ini adalah refleksi dari rasa syukur dan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya.


Di zaman yang serba cepat ini, tidak jarang kita melihat orang yang sholat hanya sebagai bentuk formalitas untuk menunaikan kewajiban. Banyak di antara kita yang bergegas untuk melaksanakan sholat fardhu secepat mungkin, kemudian langsung kembali ke aktivitas duniawi seperti bekerja, berdagang, atau urusan lainnya. Dalam hal ini, mereka tidak menyisihkan waktu untuk menunaikan sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah. Terkadang, waktu sholat dihabiskan dengan terburu-buru sehingga esensi kekhusyukan dalam beribadah menjadi hilang.


Namun, berbeda dengan orang yang menjaga sholat sunnah rawatibnya. Ia rela meluangkan waktunya lebih banyak untuk sholat qobliyah sebelum melaksanakan sholat fardhu, dan melanjutkannya dengan sholat ba’diyah setelah sholat fardhu. Orang yang seperti ini memiliki kesabaran dan komitmen dalam beribadah, serta tidak terburu-buru meninggalkan masjid atau tempat sholatnya. Ia memanfaatkan waktu sholat sebagai momen spiritual yang penuh dengan rasa syukur dan ketenangan.


Mengorbankan Waktu untuk Mendapatkan Keberkahan


Seseorang yang disiplin menunaikan sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah sebenarnya sedang mengorbankan waktu yang mungkin bisa ia gunakan untuk hal lain, seperti bekerja atau bersosialisasi. Namun, ia memilih untuk memberikan sebagian waktunya untuk Allah, karena ia yakin bahwa sholat sunnah ini akan membawa berkah dalam kehidupannya. Allah Ta’ala tidak akan membiarkan pengorbanan tersebut sia-sia, dan bahkan balasannya adalah rumah di surga, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.


Berbeda dengan orang yang sekadar sholat formalitas, mereka yang menjaga qobliyah dan ba’diyahnya memahami bahwa sholat adalah lebih dari sekadar kewajiban. Sholat adalah momen komunikasi dengan Allah, momen penghambaan, dan momen untuk meraih rahmat dan ampunan-Nya. Orang yang mampu meluangkan lebih banyak waktu untuk ibadah memiliki kesadaran spiritual yang lebih dalam, dan mereka tidak merasa terbebani oleh tambahan rakaat dalam ibadah.


Menggapai Rumah di Surga dengan Sholat Sunnah


Balasan yang dijanjikan oleh Rasulullah ﷺ berupa rumah di surga bukanlah hal yang kecil. Rumah di surga adalah sebuah anugerah yang menunjukkan bahwa ibadah sunnah yang mungkin terlihat sederhana di mata manusia, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Dengan menjaga sholat qobliyah dan ba’diyah, kita tidak hanya menambah amal kebaikan, tetapi juga menyempurnakan sholat fardhu kita. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada hari kiamat, ketika sholat fardhu seseorang diperiksa, kekurangannya akan disempurnakan dengan sholat sunnah:


_"Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, dan jika sholatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya."_  

(HR. Tirmidzi, no. 413)


Oleh karena itu, sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah adalah cara untuk memperbaiki dan menyempurnakan ibadah wajib kita.


Kesimpulan


Menjaga sholat qobliyah dan ba’diyah merupakan amalan yang mendekatkan kita kepada Allah dan menjadi sarana untuk meraih rumah di surga, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ. Orang yang mampu meluangkan waktu untuk melaksanakan sholat sunnah ini menunjukkan kecintaan yang mendalam kepada ibadah dan tidak terburu-buru dalam urusan duniawi. Sebaliknya, mereka yang hanya menunaikan sholat fardhu demi formalitas kehilangan banyak kesempatan untuk mendapatkan keberkahan yang berlimpah.


Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dapat menjaga sholat qobliyah dan ba’diyah, sehingga Allah membangun untuk kita rumah di surga.

Komentar