#Kalam Al-Hikmah : 101 | Godaan Setan dalam Shalat: Mengatasi Bisikan dan Keraguan dengan Sunnah Nabi
Shalat adalah tiang agama dalam Islam, yang menjadi kewajiban harian bagi setiap Muslim. Shalat tidak hanya sekadar gerakan fisik, tetapi juga melibatkan kekhusyukan hati dan konsentrasi pikiran untuk menghadirkan diri di hadapan Allah. Namun, dalam ibadah yang agung ini, setan tidak tinggal diam. Setan berusaha mengganggu shalat seseorang dengan cara menanamkan bisikan dan keraguan agar ibadah tersebut kehilangan nilainya.
Salah satu bentuk gangguan setan yang sering dialami oleh banyak Muslim adalah keraguan dalam jumlah rakaat yang sudah dilaksanakan. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., di mana Rasulullah ﷺ menjelaskan bagaimana setan berusaha mencampuri shalat manusia:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِينُ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى فَإِذَا لَمْ يَدْرِ أَحَدُكُمْ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ."
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila adzan dikumandangkan, setan lari sambil mengeluarkan suara kentut sehingga ia tidak mendengar adzan tersebut. Setelah adzan selesai, setan kembali lagi. Apabila iqamah dikumandangkan, setan lari lagi. Setelah iqamah selesai, setan kembali lagi untuk mengganggu seorang hamba, lalu membisikkan dalam hatinya: 'Ingatlah ini, ingatlah itu,' pada hal-hal yang sebelumnya tidak ia ingat, hingga orang tersebut tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah ia kerjakan. Maka jika salah seorang dari kalian tidak tahu berapa rakaat yang telah ia kerjakan, tiga atau empat rakaat, hendaklah ia hilangkan keraguannya dan sempurnakan rakaat yang diyakini, kemudian sujud dua kali sebelum salam."
(HR. Muslim)
Makna Hadis: Cara Setan Menggoda dalam Shalat
Hadis ini menjelaskan secara detail bagaimana setan berusaha mengganggu konsentrasi dan kekhusyukan seseorang dalam shalat. Berikut beberapa poin penting dari hadis tersebut:
1. Setan Lari dari Adzan dan Iqamah
Saat adzan dikumandangkan, setan lari sambil mengeluarkan suara kentut untuk tidak mendengar panggilan shalat. Begitu juga ketika iqamah dikumandangkan, setan lari lagi. Ini menunjukkan bahwa setan sangat membenci panggilan ibadah, tetapi begitu adzan dan iqamah selesai, ia kembali untuk menjalankan misinya mengganggu shalat orang beriman.
2. Bisikan Setan dalam Shalat
Setelah iqamah selesai, setan kembali datang untuk mempengaruhi hati dan pikiran orang yang sedang shalat. Setan membisikkan hal-hal yang membuat seseorang teringat pada masalah duniawi atau urusan yang sebelumnya tidak ia ingat, seperti pekerjaan, keluarga, atau hal-hal lain. Bisikan-bisikan ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi dalam shalat.
3. Menimbulkan Keraguan dalam Rakaat
Salah satu bentuk gangguan yang sangat umum adalah ketika setan membuat seseorang ragu tentang jumlah rakaat yang sudah dilaksanakan. Setan membuat orang yang sedang shalat lupa apakah ia sudah melaksanakan tiga rakaat atau empat, dan hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian dalam shalatnya.
Sujud Sahwi sebagai Solusi dari Nabi
Untuk mengatasi gangguan setan yang menimbulkan keraguan dalam jumlah rakaat, Nabi Muhammad ﷺ memberikan solusi yang sangat jelas, yaitu dengan melakukan *sujud sahwi*. Sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dilakukan sebelum salam (atau setelah salam dalam kasus tertentu) untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan dalam shalat, khususnya terkait dengan jumlah rakaat.
Nabi ﷺ memerintahkan agar ketika seseorang ragu tentang jumlah rakaat yang telah ia lakukan, ia harus membuang keraguan tersebut dan melanjutkan shalat berdasarkan jumlah rakaat yang ia yakini dengan pasti. Setelah itu, ia dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum menyelesaikan shalat dengan salam.
Sujud sahwi adalah bentuk kesempurnaan dari ibadah, di mana seseorang menyadari bahwa ia mungkin saja melakukan kesalahan kecil, baik karena lupa atau karena gangguan setan, tetapi ia memperbaikinya sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.
Cara Mengatasi Godaan Setan dalam Shalat
Godaan setan dalam shalat adalah tantangan yang dihadapi oleh setiap Muslim, tetapi Islam memberikan cara-cara yang efektif untuk melawan gangguan tersebut. Berikut beberapa tips untuk menjaga kekhusyukan dalam shalat dan mengatasi godaan setan:
1. Membaca Ta'awudz Sebelum Shalat
Sebelum memulai shalat, disarankan untuk membaca ta'awudz (A'udzu billahi minasy syaithanir rajim) sebagai permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Ini membantu menjaga fokus selama shalat dan menjauhkan setan dari hati kita.
2. Memperbaiki Wudhu
Wudhu yang dilakukan dengan baik dan khusyuk adalah langkah awal yang penting untuk memasuki shalat dengan hati yang tenang dan bersih. Setan sulit mengganggu orang yang telah membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum shalat.
3. Fokus pada Bacaan dan Gerakan Shalat
Memahami dan meresapi makna bacaan shalat dapat membantu seseorang tetap fokus. Ketika hati dan pikiran terhubung dengan bacaan shalat, seperti Al-Fatihah dan doa-doa lain, setan akan kesulitan mengalihkan perhatian.
4. Berusaha Khusyuk dan Tenang
Melaksanakan shalat dengan perlahan dan tenang, serta tidak tergesa-gesa, akan membantu menenangkan hati dan pikiran, sehingga meminimalisir ruang bagi setan untuk menimbulkan gangguan.
5. Sujud Sahwi Sebagai Penutup
Jika merasa ragu tentang jumlah rakaat atau melakukan kesalahan kecil dalam shalat, segera lakukan sujud sahwi sebagai penutup. Dengan sujud sahwi, kita mengikuti petunjuk Nabi ﷺ dan menunjukkan kesungguhan kita dalam menjaga kualitas shalat meskipun ada gangguan.
Kesimpulan
Godaan setan dalam shalat adalah realitas yang dihadapi oleh setiap Muslim. Setan berusaha mengganggu shalat kita dengan cara membisikkan hal-hal duniawi dan menimbulkan keraguan, khususnya terkait jumlah rakaat yang sudah dilaksanakan. Namun, Rasulullah ﷺ telah memberikan solusi yang efektif melalui hadis-hadisnya, termasuk perintah untuk melakukan *sujud sahwi* ketika ragu.
Dengan memahami ajaran ini dan selalu berusaha melawan godaan setan melalui ta'awudz, fokus dalam shalat, dan melaksanakan sujud sahwi jika diperlukan, seorang Muslim dapat menjaga kekhusyukan dalam ibadahnya dan meraih nilai yang sempurna di sisi Allah SWT.

Komentar
Posting Komentar