#Kalam Al-Hikmah : 102 | 4 Sifat Para Pemenang : Tafsir Surah At-Taubah Ayat 20 Menurut Al-Imam Fakhruddin Al-Razi dalam kitabnya Mafatih Al-Ghayb*



Surah At-Taubah ayat 20 berbicara tentang derajat para pemenang di sisi Allah SWT, yang mencakup empat sifat utama: iman, hijrah, jihad dengan harta, dan jihad dengan jiwa. Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang memiliki keempat sifat tersebut akan meraih kedudukan lebih tinggi dibandingkan amal ibadah fisik seperti mengurus Masjidil Haram.


الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah orang-orang yang memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

(At-Taubah: 20)


Tafsir Ayat dan Keutamaan Sifat Pemenang


Al-Imam Fakhruddin Al-Razi dalam tafsirnya "Mafatih Al-Ghayb" menjelaskan bahwa keutamaan iman dan jihad sangatlah mulia. Iman dan pengorbanan di jalan Allah—baik melalui hijrah maupun jihad dengan harta dan jiwa—mengandung nilai yang lebih besar daripada sekadar aktivitas fisik atau ibadah ritual. Berikut adalah rincian lebih lanjut tentang empat sifat yang Allah sebutkan dalam ayat ini:


1. Iman:

Iman adalah fondasi dari segala amal. Ia adalah keyakinan yang mengakar dalam hati yang mengusir kekafiran, serta mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian bagi manusia. Mereka yang memiliki iman sejati akan selalu mencari ridha Allah dalam setiap langkah hidupnya.


2. Hijrah:

Hijrah adalah tindakan meninggalkan kampung halaman, harta benda, bahkan keluarga demi menegakkan agama Allah. Dalam hijrah terdapat pengorbanan fisik, materi, dan sosial yang menunjukkan dedikasi total seorang Muslim kepada Allah. Hijrah bukan hanya fisik, tetapi juga mencakup perpindahan spiritual menuju ketaatan yang lebih tinggi.


3. Jihad dengan Harta:

Jihad dengan harta adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang dalam bentuk sumbangan materi untuk kepentingan agama, baik untuk membantu sesama Muslim, membiayai dakwah, maupun keperluan lain dalam perjuangan Islam. Pengorbanan ini menunjukkan ketulusan seorang Muslim yang bersedia melepaskan harta yang dicintai demi ridha Allah.


4. Jihad dengan Jiwa:

Jihad dengan jiwa adalah pengorbanan yang paling besar, di mana seseorang siap mempertaruhkan nyawanya untuk membela agama Allah. Ini menunjukkan ketulusan hati yang sempurna, karena nyawa adalah hal yang paling berharga bagi manusia. Mereka yang berani berjihad dengan jiwa membuktikan bahwa kecintaan mereka kepada Allah lebih besar daripada kecintaan mereka terhadap dunia.

  

Dalam tafsir Al-Razi, dijelaskan bahwa manusia secara umum mencintai tiga hal: nyawa, tubuh, dan harta. Ketiga hal ini menjadi pertaruhan terbesar selama hidupnya. Iman, hijrah, dan jihad adalah bentuk pengorbanan yang melibatkan ketiga hal tersebut. Seseorang yang bersedia mempertaruhkan semuanya demi Allah akan meraih derajat tertinggi. Mereka inilah yang disebut sebagai 'pemenang', karena mereka telah berhasil mengesampingkan kecintaan duniawi untuk meraih ridha Allah yang abadi.


Makna ‘Pemenang’

Al-Razi menambahkan bahwa gelar 'pemenang' disematkan kepada mereka karena iman mereka kepada Allah membuat hati mereka berpaling dari kecintaan terhadap dunia. Manusia cenderung mencintai harta dan kehidupan dunia, namun mereka yang berhasil meraih derajat pemenang adalah mereka yang mampu memisahkan diri dari kecintaan tersebut. Pemisahan inilah yang membawa mereka kepada kebahagiaan hakiki di akhirat.


Kesimpulannya, Surah At-Taubah ayat 20 memberikan gambaran tentang nilai iman, hijrah, dan jihad dalam Islam, serta mengajarkan bahwa pengorbanan terbesar seseorang di jalan Allah akan membawanya kepada derajat yang paling mulia di sisi-Nya. Mereka yang mencapai tingkatan ini adalah pemenang sejati dalam pandangan Allah, karena mereka telah memenangkan perjuangan melawan nafsu duniawi demi mendapatkan kebahagiaan abadi di akhirat.

Komentar