#Kalam Al-Hikmah : 106 | Generasi Penikmat yang Terlena dalam Kenikmatan Dunia: Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 169 Menurut Para Mufassir

 


Surah Al-A'raf ayat 169 memberikan peringatan tentang bahaya generasi yang hanya menikmati warisan dari pendahulunya tanpa menjalankan amanah dan tanggung jawab agama. Ayat ini mengkritik generasi yang menggantikan umat terdahulu dengan menyia-nyiakan harta kekayaan dunia dan tidak mengamalkan ajaran agama. Tafsir dari berbagai mufassir memberikan penjelasan mendalam tentang bagaimana perilaku generasi tersebut bisa berujung pada kesesatan.


وَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَاۖ وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌۭ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَـٰقُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِۗ وَٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ


_"Maka datanglah setelah mereka pengganti (yang jelek) yang mewarisi kitab, yang memilih harta benda dunia ini, sambil berkata: ‘Kami akan diberi ampun.’ Dan jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian kitab itu telah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?"_

*(Surah Al-A'raf 169)*


*Tafsir Ayat Menurut Para Mufassir*


1. *Tafsir Ibnu Katsir*  

Dalam tafsirnya, *Ibnu Katsir* menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang generasi yang menggantikan orang-orang saleh sebelumnya. Generasi ini mewarisi kitab, namun mereka tidak mengikuti ajaran yang terkandung di dalamnya. Mereka lebih memilih kenikmatan duniawi dan sering kali berkata, "Kami akan diberi ampunan." Hal ini menunjukkan sikap meremehkan ampunan Allah, seolah-olah mereka yakin akan selalu mendapatkan pengampunan tanpa perlu bertaubat atau memperbaiki diri. Menurut Ibnu Katsir, generasi ini lupa bahwa mereka telah diberi peringatan dalam kitab agar tidak berkata dusta tentang Allah dan agar selalu berpegang teguh pada kebenaran.


   *Ibnu Katsir* menekankan bahwa frasa "يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَذَا ٱلْأَدْنَىٰ" (mengambil harta benda dunia yang rendah) menunjukkan bahwa mereka lebih memilih kehidupan dunia yang fana daripada kehidupan akhirat yang abadi. Mereka terbuai dalam kenikmatan dunia tanpa memikirkan tanggung jawab akhirat, padahal Allah telah menjanjikan kehidupan akhirat yang lebih baik bagi mereka yang bertakwa.


2. *Tafsir Al-Qurtubi*

*Al-Qurtubi* menafsirkan ayat ini dengan menyoroti sikap generasi yang mewarisi kitab tetapi tidak mengamalkannya. Mereka adalah generasi yang lebih mencintai kehidupan dunia dibandingkan akhirat. Al-Qurtubi menjelaskan bahwa mereka berusaha mencari dalih atas kelalaian mereka dengan mengatakan bahwa Allah akan mengampuni mereka, meskipun mereka terus melakukan dosa yang sama berulang kali. Hal ini menunjukkan kesalahan dalam memahami konsep ampunan dan rahmat Allah. 


   Dalam pandangan *Al-Qurtubi*, generasi ini lupa bahwa Allah tidak hanya meminta mereka untuk mewarisi pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya. Mereka seharusnya tidak mengandalkan keberadaan kitab sebagai jaminan keselamatan, melainkan harus benar-benar mempelajari dan menjalankannya. Al-Qurtubi juga menekankan bahwa frasa "وَٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ" (dan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa) menunjukkan bahwa prioritas utama haruslah akhirat, bukan dunia.


3. *Tafsir As-Sa’di* 

Dalam *Tafsir As-Sa’di*, ayat ini dikaitkan dengan kecenderungan manusia untuk tergoda oleh kenikmatan dunia yang fana. *As-Sa’di* menjelaskan bahwa generasi ini adalah orang-orang yang mewarisi kitab (ajaran-ajaran agama), tetapi mereka memilih jalan materialisme, terbuai dalam harta dunia yang rendah. Mereka berulang kali mengulangi kesalahan dengan alasan bahwa mereka akan diampuni, tetapi mereka tetap mengambil apa yang mereka tahu salah jika diberikan kesempatan. 


   *As-Sa’di* menekankan bahwa perjanjian yang diambil atas mereka dalam kitab adalah agar mereka tidak berkata dusta tentang Allah dan memegang kebenaran. Namun, mereka gagal memenuhi janji itu. Pada akhirnya, mereka mengorbankan akhirat demi dunia yang sifatnya sementara dan penuh tipu daya.


*Pelajaran dari Ayat Ini*


1. *Pentingnya Mengamalkan Ajaran Agama*  

Para mufassir sepakat bahwa ayat ini memberikan peringatan keras kepada orang yang mewarisi pengetahuan agama tetapi tidak mengamalkannya. Pengetahuan agama tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Generasi yang mewarisi kitab seharusnya memahami bahwa tanggung jawab mereka bukan hanya menerima, tetapi juga menjalankan dan menyebarkan ajaran tersebut.


2. *Bahaya Cinta Dunia yang Berlebihan* 

Ayat ini juga mengingatkan kita akan bahaya cinta dunia yang berlebihan. Harta dunia hanyalah kenikmatan sementara yang tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan abadi di akhirat. Generasi yang disebutkan dalam ayat ini terjebak dalam kenikmatan duniawi dan lupa bahwa kehidupan yang lebih baik dan kekal ada di akhirat. Sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qurtubi dan As-Sa’di, mereka yang bertakwa akan selalu mengutamakan akhirat di atas dunia.


3. *Kesalahan dalam Memahami Ampunan Allah*  

Sikap generasi yang merasa aman dari hukuman Allah karena keyakinan bahwa mereka akan selalu diampuni adalah sikap yang keliru. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir, ampunan Allah memang luas, tetapi itu tidak berarti seseorang boleh terus-menerus melakukan dosa dengan harapan akan selalu diampuni. Allah memberikan ampunan bagi mereka yang sungguh-sungguh bertaubat dan berusaha memperbaiki diri, bukan bagi mereka yang terus-menerus menyalahgunakan rahmat-Nya.


*Relevansi dengan Zaman Sekarang*


Kondisi yang digambarkan dalam Surah Al-A'raf ayat 169 sangat relevan dengan keadaan zaman sekarang. Banyak orang yang lebih fokus mengejar harta dan kedudukan duniawi, dengan mengabaikan ajaran agama yang telah mereka warisi. Ada juga yang merasa bahwa status agama atau keturunan mereka sudah cukup untuk menjamin keselamatan, sehingga mereka meremehkan pentingnya beramal dan bertaubat.


Sebagai umat Islam, kita diingatkan untuk tidak hanya menjadi penikmat dunia yang fana, tetapi juga untuk menjaga dan menjalankan amanah agama yang telah diwariskan kepada kita. Kita harus mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat dengan menjauhi sikap konsumtif dan berlebihan dalam mencintai dunia.


*Kesimpulan*


Surah Al-A'raf ayat 169, sebagaimana ditafsirkan oleh para mufassir, memberikan peringatan penting tentang generasi yang menyia-nyiakan warisan agama dan terlalu cinta pada dunia. Allah mengingatkan bahwa akhirat jauh lebih baik bagi orang yang bertakwa, dan ampunan-Nya tidak bisa dijadikan alasan untuk terus melakukan dosa tanpa perbaikan diri. Pelajaran dari ayat ini sangat relevan bagi setiap Muslim untuk terus memegang ajaran agama, menjauhi kecintaan berlebihan terhadap dunia, dan selalu ingat bahwa kehidupan akhiratlah yang abadi.

Komentar